MAKALAH SEJARAH PENDIDIKAN ISLAM (OBSERVASI) LENGKAP FOOTNOTE
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
LATAR BELAKANG
Sekolah adalah sebuah lembaga yang dirancang untuk pengajaran siswa
di bawah pengawasan guru. Keberadaan sekolah saat ini sangat menunjang
proses KBM yang akan dilaksanakan. Peran seorang guru dalam sebuah sekolah
sangat penting. Untuk itu, seorang guru harus tahu benar bagaimana situasi dan
kondisi sekolah tempat guru itu mengajar.
Kita sebagai calon guru merupakan calon pendidik yang nantinya
berperan penting dalam mencerdaskan anak bangsa dan berkontribusi dalam mewujudkan
tujuan pendidikan nasional. Untuk itu, mahasiswa harus mengetahui lebih awal
tentang kondisi sesungguhnya yang ada di sekolah sehingga pada saat terjun ke
sekolah dapat mempersiapkan dan merencanakan pelaksanaan pendidikan yang
bermutu.
Dalam kesempatan ini, observer dan teman-teman sekelompok mendapat
kesempatan melakukan observasi di MTS Al-Madaniyah Mataram, sebagai objek
observasi dengan beberapa pertimbangan diantarannya, adanya izin dari pihak
kepala sekolah tersebut kepada kami untuk melakukan observasi.
Adapun waktu dalam melakukan observasi adalah tanggal 8 November
2018. Meskipun waktu yang digunakan dalam melakukan observasi ini relatif
singkat dan sedikit terkendala pada penyesuaian jadwal sekolah dan kuliah,
tetapi tidak menjadi kendala yang signifikan untuk mencapai tujuan dan sasaran
dari observasi itu sendiri.
Selanjutnya,
observer berusaha menuangkan hasil observasi tersebut dalam sebuah makalah
laporan tertulis untuk memenuhi salah satu tugas dari mata kuliah “sejarah Pendidikan Islam”
B.
RUMUSAN MASALAH
1.
Bagaimana
sejarah, kondisi serta perkembangan MTS Al-Madaniyah?
2.
Metode
pembelajaran apa saja yang dipakai di MTS Al-Madaniyah?
C.
TUJUAN
1.
Untuk
mengetahui sejarah, kondisi serta perkembangan MTS Al-Madaniyah
2.
Untuk
mengetahui metode pembelajaran yang dipakai di MTS Al-Madaniyah
BAB
II
TINJAUAN
PUSTAKA
Sejarah pendidikan Islam adalah keterangan mengenai pertumbuhan dan
perkembangan pendidikan Islam dari waktu ke waktu yang lain, sejak jaman
lahirnya Islam sampai msa sekarang. Pendidikan Islam mempunyai sejarah yang
panjang, dalam pengertian luas, pendidikan Islam berkembang seiring dengan
kemunculan Islam itu sendiri.[1]
Sejarah pendidikan Islam adalah proses pewarisan dan pengembangan
budaya umat manusia di bawah sinar bimbingan ajaran Islam, yaitu yang bersumber
dan berpedoman ajaran Islam.[2]
Terbukti adanya catatan sejarah perjalanan perkembangan pendidikan
Islam, yang dimulai dari periode klasik sampai dengan periode pertengahan dan
modern.[3]
Oleh sebab itu periodesasi perjalanan sejarah pendidikan Islam
sangat berpengaruh bagi kemajuan pendidikan Islam itu sendiri.
BAB
III
PELAKSANAAN
OBSERVASI
A.
LOKASI OBSERVASI
Lokasi observasi
kelompok kami adalah MTS
Al-Mdaniyah Mataram yang berlokasi di Jalan KH. Ahmad Dahlan, Jempong baru, sekarbela, Kota Mataram, Nusa
Tenggara Barat.
B. OBJEK OBSERVASI
Objek observasi kami adalah Sejarah Pendidikan Islam
di MTS Al-Madaniyah Mataram
C. Metode Observasi
Adapun
metode yang digunakan penulis dalam penyusunan laporan observasi ini adalah
sebagai berikut:
1.
Wawancara
Wawancara merupakan tekhnik pengumpulan data
yang dilakukan melalui tatap muka dan tanya jawab langsung dengan narasumber
yang terkait yaitu kepala sekolah, guru, dan siswa-siswi.
2.
Observasi
Observasi ini dilakukan dengan cara mengamati
kondisi sekolah tersebut dan juga proses belajar mengajar.
D. Waktu Pelaksanaan
Observasi ini dilakukan pada hari Kamis, 8
November 2018.
BAB
IV
PEMBAHASAN
1.
SEJARAH
MTS Al-MADANIYAH
A.
PROFIL MTS AL-MADANIYAH MATARAM
Nama : MTSS AL MADANIYAH
NPSN : 50223240
Alamat : JL. KH AHMAD DAHLAN JEMPONG BARAT
Kode Pos : 83115
Nomor Telepon : 081917252522
Desa/Kelurahan : Jempong
Baru
Kecamatan/Kota (LN) : Sekarbela
Kab.-Kota/Negara (LN) : Kota Mataram
Propinsi/Luar Negeri (LN): Prov.
Nusa Tenggara Barat
Status Sekolah : SWASTA
Jenjang Pendidikan : MTs
Visi dan Misi Sekolah:
-Visi
Mewujudkan warga sekolah yang beriman, bertaqwa, berakhlak mulia,
terampil, dan berkualitas.
-Misi
1.
Menciptakan
lingkungan sekolah yang islami sehingga terciptanya suasana lingkungan yang
bersih indah yang bernuansa Islami.
2.
Menumbuhkan
penghayatan dan pengamalan ajaran Islami sehingga bertingkah laku sikap dan
perbuatan siswa siswi sesuai dengan ajaran Islam.
3.
Menciptakan
nuansa warga sekolah yang bertanggungjawab serta mampu mengadakan hubungan
kerja sama dengan masyarakat.
4.
Menciptakan
suasana sekolah yang kondusif harmonik dan berkesetaraan sehingga
terselenggaranya belajar mengajar yang berkualitas di bidang akademik dan non
akademik.
B.
Sejarah Berdirinya MTS Al-Madaniyah
Mts
Al-Madaniyah pertama kali berdiri pada tahun 1999, atas dasar rasa keprihatinan
terhadap kondisi lingkungan sekitar yang jauh dari sekolah umum, sehingga ada
inisiatif untuk mendirikan madrasah di lingkungan tersebut, inisiatif dari beberapa
pihak masyarakat yang terdidik ini kemudian mendapatkan respon positif dari
masyarakat sekitar, diantara respon yang diberikannya yaitu dengan
dihibahkannya tanah untuk pembangunan madrasah.
Pada awal
berdirinya, MTS Al-Madaniyah hanya memiliki dua ruang kelas, siswa yang belajar
di sana merupakan siwa yang sebelumnya berasal dari SMP terbuka yang kemudian
dipindahkan ke MTS Al-Madaniyah, kemudian setelah beberapa tahun berdirnya MTS
ini mendapatkan surat izin berdiri dari pemerintah.
Adapun guru yang
mengajar disana mayoritas adalah orang-orang yang berasal dari daerah itu, yang
merupakan tenaga guru non PNS.
Setiap tahun
Mts Al-Madaniyah ini mampu meningkatkan kemajuannya dengan terlaksanna berbagai
program kerja yang telah direncanakan, diantarannya pembangunan ruang kelas
yang terus bertambah, akreditasi sekolah yang semakin di tingkatkan melalui
prestasi-prestasinya. Hal ini tentu saja tidak terlepas dari kerja keras
pendiri sekolah, tenaga kerja, siwa-siswi dan juga peran serta dari masyarakat
sekitar.[4]
C.
Kondisi Fisik MTS Al-Madaniyah
MTS Al-Madaniyah Mataram apabila dilihat sekilas keadaan gedung
sekolah terlihat bagus, Catnya juga masih terlihat cerah. Gedung untuk
keseluruhan kelas keadaannya masih sangat bagus dan terawat dengan baik, baik
dilihat dari depan maupun dari belakangnya.
Sarana dan prasarana seperti Mushalla, laboratorium, perpustakaan
dan lainnya masih dalam proses pembangunan. Adapun lapangan olahraga dan untuk
kegiatan upacara dan sebagainya masih sangat kurang luas.
Adapun ruang kepala sekolah dan stafnya masih belum teratur,
terlihat dari tata letaknya masih bercampur antara ketua yayasan, kepala
sekolah, staf guru dan non guru.
D.
KEADAAN LINGKUNGAN SEKOLAH
1.
Jenis
bangunan yang mengelilingi sekolah:
Jenis bangunan yang mengelilingi sekolah adalah perumahan, tempat
ibadah, dan ruko.
2.
Kondisi
lingkungan sekolah
a)
MTS
Al-Madaniyah berada di lokasi yang kurang tenang dan kurang aman, dikatakan
demikian karena lokasinya berada di tengah perkampungan, jarak kelas dengan
jalan raya tidak terlalu jauh, sehingga suara kendaraan dapat terdengar dari
dalam.
b)
Ditinjau
dari lokasinya MTS Al-Mdaniyah berada di tempat yang strategis. Akses
transportasi dapat dijangkau dengan mudah karenaa hanya berjarak 50 meter dari
jalan utama kota Mataram. Jalan menuju sekolah relatif lebar sehingga
memudahkan penyelamatan dalam keadaan darurat, misalnya jika terjadi kebakaran,
atau kondisi kedaruratan kesehatan.
c)
Untuk
meningkatkan keamanan dan kenyamanan telah dilakukan berbagai upaya antara
lain:
a)
Sebagai
pembatas lokasi, dibangun pagar tembok yang cukup tinggi
b)
Di
teras depan kelas dibuatkan tempat duduk baik yang berupa tembok pembatas
maupun bangku
c)
Halaman
dan bagian pinggir lapangan upacara ditanam pohon-pohon peneduh
3.
Lingkungan
masyarakat sekolah
a.
Masyarakat
di lingkungan sekitar sekolah beragam, ada yang bekerja sebagai pegawai negeri,
pegawai swasta dan lain sebagainya. Begitu pula dengn orang tua siswa. Kondisi
sosial dan ekonomi masyarakat di lingkungan masyarakat mayoritas menengah kebawah,
terbukti banyak siswa yang berngkat sekolah hanya dengan berjalan kaki.
E.
STRUKTUR ORGANISASI MTS AL-MADANIYAH
Ketua yayasan : Rafiq Musaddad, S.Ag
Ketua
Komite : H. Helmi
Kepala
Madrasah : Hj. Khaeruniah, S.Ag
Kepala
Tata Usaha : Suhaimi, S.Pd
Kepala
Perpustakaan : Ida Ratna Susanti, S.Pd
WK.
UR. Kurikulum : Ahmad Effendi, S.Pd
WK.
UR. Kesiswaan : Herlina, SE
WK.
UR. Sarana dan Prasarana: Hj. Nursehan,
S.Pd
F.
TATA TERTIB MTS AL-MADANIYAH
a.
Ketentuan
jam sekolah dan kegiatan pembelajaran
1)
Sekolah
di mulai :
Ø Senin sampai kamis jam 07:15- 14:00
Ø Jum’at 07:15- 10:55
Ø Sabtu 07:15- 14:00
2)
Semua
siswa harus hadir di sekolah selambat-lambatnya 10 menit sebelum pelajaran
dimulai.
3)
Waktu
pelajaran berlangsung tidak boleh ada gangguan. Pengumuman sangat penting atau
pengontrolan kelas harus seizin kepala sekolah
4)
Selama
pelajaran siswa tidak boleh menerima tamu kecuali dalam hal yang sangat penting
dan harus seizin kepala sekolah atau waktu istrahat
5)
Siswa
wajib masuk kelas dengan tertib
b.
Keterlambatan
Ø Siswa yang datang terlambat tidak diperbolehkan langsung masuk
kelas melainkan harus melapor pada petugas piket atau guru, wakil kepala
sekolah, kesiswaan, dan pengisi buku pribadi.
Ø Siswa yang datang terlambat diperkenankan masuk kelas pada jam
pelajaran berikutnya setelah mendatkan izin dari petugas piket atau guru atau
wakil kepala sekolah kesiswaan
Ø Siswa yang datang terlambat akan diberikan sanksi poin seksual
dengan ketentuan yang berlaku.
c.
Izin
meninggalkan pelajaran sekolah
Ø Izin meninggalkan pelajaran yang direncanakan sebelumnya harus
menyerahkan surat izin/ buku pribadi yang ditandatangani orang tua pada wali
kelas atau wakil kepala sekolah kesiswaan.
Ø Izin meninggalkan pelajaran secara mendadak karena sakit atau hal
yang mendesak, dilakukan dnegan melapor ke[ada petugas piket atau guru atau
wakil kepala sekolah kesiswaan dengan mengisi buku pribadi.
Ø Siswa yang meninggalkan pelajaran pada pergantian jam, wajib minta
izin kepada guru yang mengajar berikutnya.
Ø Siswa yang meninggalkan pelajaran atau sekolah tampa izin di anggap
membolos
d.
Tidak
masuk sekolah
Ø Siswa yang absen pada saat masuk sekolah, harus membawa surat
keterangan atau buku pribadi yang telah diisi dan telah ditandatangani orang
tua atau wali dan diserahkan pada wali kelas atau wakil kepala sekolah
kesiswaan
Ø Izin tidak masuk sekolah yang direncanakan atau diketahui
sebelumnya, harus minta izin kepada wakil kepala sekolah kesiswaan atau kepala
sekolah paling lambat satu hari sebelumnya
Ø Siswa yang tidak masuk sekolah: selama satu sampai enam hari bertturut-turut
tanpa keterangan wajib menghadap wakil kepala sekolah kesiswaan atau kepala
sekolah dan kepadanya dapat dikenai sanksi
e.
Kewajiban
siswa
Ø Siswa wajib mengikuti pelajaran tiap hari dengan tertib
Ø Siswa wajib mentaati tata tertib sekolah
Ø Siswa wajib menghargai dan menghormati guru, karyawan dan teman
baik sesama lingkungan sekolah maupun di luar lingkungan sekolah
Ø Siswa wajib memakai seragam sesuai dengan ketentuan sekolah
Ø Siswa wajib berambur pendek, rapi dan terpelihara untuk siswa putra
dan putri
Ø Membawa buku pribadi dan buku agenda setiap hari serta menjaga
kebersihannya
Ø Membawa sarana belajar sesuai dengan kebutuhan (buku paket, alat
tulis, buku catatan dan lain-lain)
Ø Melaksanakan dan menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan oleh guru
Ø Mengikuti kegiatan upacara bendera dengan baik dan khidmat
Ø Bersikap disiplin, jujur, dan mandiri
Ø Memenuhi kewajiban membayar uang sekolah selambat-lambantnya
tanggal 10 setiap bulan
Ø Membudayakan budaya 4S (senyum, sapa, salam santun) dan 5R, rajin,
resik, ringkas, rapi dan rawak
f.
Larangan
siswa
Ø Meninggalkan sekolah kegiatan belajar pada jam efektif tanpa ijin
Ø Berkelahi atau bertindak yang menyebabkan kerugian bagi orang lain
Ø Meminta atau mengikuti les prifat pada guru di unit sendiri
Ø Membentuk atau menjadi anggota geng membawa rokok atau merongkong,
gambar porno serta hal-hal lain yang melanggar norma
Ø Mengenakan perhiasan yang berlebihan
Ø Membawa senjata tajam dan sejenisnya yang membahayakan orang lain,
Ø Makan dan minum dalam kelas selama kegiatan belajar berlangsung
Ø Membeli makanan dan minuman diluar kantin sekolah selama jam
sekolah
Ø Membawa dan menggunakan corector pen (stypo, tipeks dan sejenisnya)
Ø Pinjam dan meminjam buku paket dan pakaian olahraga
Ø Membawa hp selama kegiatan belajar di sekolah
Ø Membawa barang elektronik (audio-visual) kecuali mendapat tugas
dari sekolah
Ø Membawa dan memakan permen karet di sekolah
Ø Melakukan kecurangan saat ulangan
Ø Membawa uang berlebihan
Ø Mengecat rambut
D.
Perkembangan MTS Al-Madaniyah
Dilihat dari datanya yang
valid, MTS Al-Madaniyah telah mengalami kemajuan yang begitu pesat, dimana saat
awal berdirinya sekolah ini hanya memilki dua runag kelas saja, dan sekarang
tercatat bahwa MTS Al-Madaniyah memiliki 18 ruang kelas, dengan 170 siswa.
Selain itu, MTS Al- Madaniyah juga telah mendapat akreditasi B. Adapun jumlah
guru dan staf adalah 18 orang.
Sampai saat ini, MTS Al-Madaniyah telah meiliki banyak sarana dan
prasaranan yang meskipun sebagiannya masih dalam proses pembangunan,
diantaranya adalah ruang komputer, laboratorium, mushalla, perpustakaan, kamar
mandi terpisah antara siswa denga siswi dan yang lainnya. Selain itu, MTS ini
juga mengembangkan berbagai kegiatan ekstrakurikuler yaitu kegiatan PMR, OSIS,
Imtaq Islam dan Pramuka.
Di bidang akademik juga mengalami perkembangan, diantaranya
dibuktikan dengan berbagai macam prestasi yang diraih oleh siwa dan siswi,
seperti dalam bidang olimpiade sains, pidato bahasa Arab, dan masih banyak
lainnya.
Sebagaimana layaknya sekolah pada umumnya, MTS Al-Madaniyah juga
mengembangkan kurikulum yang telah ditetapkan oleh pemerintah yakni kurikulum
K-13, kurikulum ini ternyata terbukti telah mampu membantu mengembangkan
potensi siswa, menurut Hj. Khaeruniah, bisa dikira-kirakan visi dan misi dari
sekolah telah tercapai 80%.
2.
METODE PEMBELAJARAN SEJARAH DI MTS AL-MADANIYAH
A.
Metode Interaksi Edukatif di dalam kelas
1.
Metode
ceramah
Metode ceramah adalah suatu bentuk
pengajaran dimana seorang guru mengalihkan informasi kepada sekelompok besar
atau siswa dengan cara yang terutama bersifat verbal (Tjipto Utomo dan Ruitjer),
ada tiga unsur dalam metode ceramah yaitu:
Ø Adanya sekelompok siswa yang akan menerima informasi
Ø Adanya guru yang memberikan informasi secara lisan
Ø Adanya sejumlah informasi yanga akan disampaikan ke kelompok siswa
2.
Metode
tanya jawab
Metode tanya jawab adalah sebagai
format interaksi antara guru dan siswa melalui kegiatan bertanya yang dilakukan
oleh guru untuk mendapatkan respon lisan, sehingga dapat menumbuhkan
pengetahuan baru pada diri siswa.
Adapun tujuan dari pemakaian metode tanya jawab ini adalah:
Ø Mengecek pemahaman siswa sebagai dasar perbaikan proses pembelajaran
Ø Membimbing para siswa untuk memperoleh suatu keterampilan yang
kognitif maupun sosial
Ø Memberikan rasa aman kepada siswa melalui pertanyaan yang
diapstikan menjawabnya
Ø Mendorong siswa untuk melakukan penemuan dalam memperjelas suatu
masalah
Ø Membimbing dan mengarahkan jalannya diskusi kelas.
3.
Metode
diskusi atau metode musyawarah
Metode diskusi dalam pengajaran
sejarah yaitu suatu cara penyajian materi pelajaran dimana siswa dibedakan
kepada suatu masalah, baik berupa pertanyaan yang bersifat problemik untuk
dibahas atau dipecahkan oleh siswa secara bersama-sama.
4.
Metode
penugasan (pemberian tugas)
Metode pemberian tugas dapat
disamakan dengan metode resitasi (recitation method). Dimana metode resitasi
ini bersama dengan metode ceramah, merupakam dua metode yang paling tua, yang
digunakan oleh guru yang bekerja dengan kelompok-kelompok siswa.
Metode penugasan dalam pengajaran
sejarah adalah suatu penyajian bahan pembelajaran dimana guru memberikan tugas
tertentu agar siswa melakukan kegiatan belajar dan memberikan laporan sebagai
hasil tugas yang diekrjakan. Metode ini mengacu kepada penerapan unsur
“learning by doing”
5.
Metode
kerja kelompok
Kerja kelompok merupakan salah satu
metode belajar mengajar yang memiliki kadar CBSA yang tinggi. Metode kerja
kelompok dapat diartikan sebagai format belajar mengajar yang menitikberatkan
kepada interaksi antara anggota yang satu dengan yang lain dalam satu kelompok
guna menyelesaikan tugas-tugas secara bersama-sama.
6.
Metode
demonstrasi
Metode demonstrasi merupakan format belajar mengajar yang secara
sengaja menunjukkan atau memperagakan tindakan, proses atau prosedur yang
dilkukan oleh guru atau orang lain kepada selurh atau sebagian siswa.
Metode demonstrasi disertai dengan penjelasan, ilustrasi, dan
pertanyaan lisan atu peragaan secara tepat.[5]
BAB
V
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
MTS
AL-Madaniyah didirikan pada tahun 1999, atas dasar keprihatinan anggota
masyarakat terdidik terhdap kondisi pendidikan di lingkungannya yang jauh dari
sekolah umum. MTS Al-Madaniyah berlokasi di jalan KH. Ahmad Dahlan, Jempong
baru, kecamatan Sekarbela kota Mataram.
Mayoritas siswa
dan guru adalah berasal dari lingkungan sekitar, penerimaan siswa pertama yakni
pada tahun 1999 yang merupakan siswa pindahan dari SMP terbuka. Pada awal
berdirinya MTS Al-Madaniah hanya memiliki 2 ruangan kelas, adapun saat ini, MTS
Al-Madaniyah telah memiliki 18 ruang kelas dengan 170 jumlah siswa.
Adapun metode
pengajaran sejarah Islam di MTS Al-Madaniyah yaitu metode ceramah, tanya jawab,
diskusi/musyawarah, penugasan, kerja kelompok dan demonstrasi.
DAFTAR PUSTAKA
Azyumardi Azra. 2012. Pendidikan Islam. Jakarta: Kencana.
Zuhairini. 2010. Sejarah Pendidikan Islam. Jakarta: Bumi
Aksara.
Istarani. 2010. 58 Model Pembelajaran Inovatif (Referensi
Guru Dalam Menentukan Model Pembelajaran).Medan: Media Persada.
[1] Azyumardi
Azra, Pendidikan Islam, (Jakarta: Kencana, 2012), hlm. 5
[2] Ibid,
hal. 7
[3] Zuhairini,
Sejarah Pendidikan Islam, (Jakarta: Bumi Aksara, 2010), hlm. 7
[4] Berdasarkan
pemaparan dari Hj. Haeruniah, S. Ag yang merupakan kepala sekolah MTS
Al-Madaniyah (Kamis, 8 November 2018)
[5]
Istarani, 58 Model Pembelajaran Inovatif (Referensi Guru Dalam
Menentukan Model Pembelajaran). (Medan: Media Persada, 2010), hlm. 8
Komentar
Posting Komentar