Antara Pemuja dan Pencela Cinta

🌿Antara Pemuja dan Pencela Cinta🌿

Sang pemuja cinta menyenandungkan syair

"Tiada manusia yang tidak memiliki cinta
Tiada kebaikan bagi dia yang tiada cinta"(Al Abbas ibnu al-Ahnaf)

"Tiada keindahan dan kenikmatan di dunia
Jika kau menyendiri tanpa perasaan cinta"

"Aku memandangnya hingga aku jatuh cinta kepadanya
Mana ada akal yang sehat tidak merasakan cinta"

"Aku tiada bahagia tanpa ada cinta di sisiku
Walau timur dan barat dalam genggamanku"

"Jika kau tak merasa rindu di dunia ini
Maka tak ada beda bagimu, hidup dan mati"

Adapun Para pencela cinta menyenandungkan syair..

"Nestapa bagi para pencinta hingga kubur mereka
Di atasnya debu-debu kehinaan sesak bertebaran"

" Permulaan cinta indah menawan di hati
Akhirnya kematian laksana permainan
Cinta bermula dari pandangan dan canda
Menyala-nyala di hati laksana bara api
Seperti api yang bermula dari percikan
Jika membesar ia membakar semua kayu"

"Asmara hanya menarik menuju kehinaan
Aku iri pada mereka yang tak pernah jatuh cinta"(Muhammad Ibnu Umayyah)

"Asmara penyakit kronis tanpa obat
Para tabib dan dokter dibuat bingung
Dulu kupikir pencinta berlebihan hadapi cinta
Nyatanya, mereka benar sakit dan menderita"

"Kukira cinta itu manis saat dua hati berpadu
Pahit saat berpisah, bahkan itu adalah maut
Siapa yang tak pernah merasakan perpisahan
Maka dia tak tahu arti cinta dalam perjumpaan
Aku pernah merasakannya, jauh dan dekatnya
Dekatnya adalah kebinasaan, jauhnya hanya kegilaan"

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂

Sesungguhnya...

Cinta tidak dapat dipuja secara mutlak, tetapi juga tidak dapat dicela secara mutlak. Cinta dipuja dan dicela sesuai dengan kemungkinan dampaknya. Sebab, suatu kehendak bergantung terhadap apa yang dikehendaki. Demikian pula cinta, ia bergantung pada sesuatu yang dicintai. Selagi objek yang dicintai termasuk sesuatu yang layak dicintai, atau sebagai sarana untuk mengantarkan pada objek yang layak dicintai maka cintanya tak patut dicela. Bahkan, cinta seperti itu layak dipuji. Kebaikan orang yang mencintai juga bergantung pada kekuatan cintanya.

Maka, kebaikan hamba yang paling besar adalah jika dia mengalihkan semua kekuatan cintanya kepada Allah sehingga dia mencintai Allah dengan segenap hati, ruh dan raganya. Ketika hamba menunggalkan kekasih-Nya, Diapun menunggalkan cinta-Nya.

Pada dasarnya cinta menjadi lurus jika seorang hanya mencintai satu orang kekasih. Dia tak boleh menduakan kekasihnya dengan cinta yang lain. Menunggalkan cinta berarti tidak menyisakan cinta yang lain dalam hati sehingga dia rela berkorban demi yang dicintainya. Cinta seperti inilah yang menjadi tujuan kebaikan manusia, puncak kenikmatan dan kesenangannya. Dia tidak merasakan kenikmatan, kecuali dengan menjadikan Allah dan Rasul-Nya sebagai satu-satunya kekasih. Cintanya kepada selain Allah semata-mata karena cintanya kepada Allah. Dia tidam mencintai apa pun kecuali karena Allah.

🌿Ada tiga perkara yang jika ketiganya dimiliki seseorang maka dia merasakan manisnya iman, yaitu orang yang hanya mencintai Allah dan Rasul-Nya, orang yang hanya mencinta atau tidak mencinta karena Allah, dan orang yang enggan kembali dalam kekufuran setelah Allah menyelamatkannya dari kekufuran itu, sebagaimana dia enggan dilemparkan ke neraka🌿

Demikian...

Sumber: Raudhah Al-Muhibbin (Taman Pencinta) ; Ibnu Qoyyim Al-Jauzi

Editor : Muslimah_13

Komentar

Postingan populer dari blog ini

contoh makalah meneladani sifat terpuji abdurrahman bin auf dan abu dzar al ghifari

Makalah Mu'tazillah lengkap footnote

PERBEDAAN MORAL, AKHLAK, DAN ETIKA (MAKALAH AKHLAK TASAWUF)